Universitas Widya Gama Widya Gama Mahakam University

UWGM dan IIAI dalam International Seminar

Ballroom Grand Hotel Senyiur, lantai 2, pagi hari. YPPM bersama dengan Rektor Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda beserta jajaran menyambut tamu dari International Institute Of Applied Informatics (IIAI), Japan yang diwakili oleh Mr. Tokuro Matsuo, Ph.D., Mr. Hidekazu Iwamoto, Ph.D. (Josai Intl. University, Japan), Mr. Kiyota Hashimoto, Ph.D. (Prince of Songkla University, Thailand) dan Bapak Ford Lumban Gaol, Ph.D. (Bina Nusantara University, Indonesia).

Kedatangan ini adalah dalam rangka menyelenggarakan International Seminar dan juga kerjasama antara IIAI dan UWGM. 

International Seminar dengan tema "Seeds Of Success and Branding In Higher Education In East Borneo". Provinsi Kaltim memiliki banyak potensi wisata yang tidak kalah dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia dan yang paling sering dikunjungi adalah wisata bahari dan masih banyak lainnya yang dapat dijadikan tempat wisata bagi masyarakat, ujar Rektor UWGM saat memberikan sambutannya. Kuncinya adalah "AKSES" baik dalam infrastuktur maupun transportasi sehingga bidang pariwisata di Indonesia bisa menjadi tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi oleh berbagai wilayah, lanjutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Penandatanganan MOU antara IIAI dan UWGM Samarinda serta foto bersama.

Pada sesi pertama seminar diisi oleh Mr. Tokuro Matsuo, Ph. D. , dengan tema "Seeds Of Success and Branding In Higher Education In East Borneo", dilanjutkan oleh Mr. Kiyota Hashimoto "News Trends on Tourism Research and Applications", dan Bapak Ford Lumban Gaol, Ph.D. "Further Development with Applied IT/IS in East Borneo" , ditemani oleh Bapak Dr. Barlin hady Kesuma, S.Pd., M.ED sebagai Moderator pada seminar ini.

Seminar International ini tidak hanya mengundang civitas UWGM, akan tetapi beberapa sekolah dan Perguruan Tinggi sekitar terrmasuk instansi pemerintah terutama yang meyangkut kepariwisataan di Kota Samarinda. Rektor berharap dengan diselenggarakannya seminar International ini dapat menjadikan pertimbangan ataupun memberikan pandangan baru mengenai wisata-wisata yang ada di wilayah masing-masing, baik dalam hal pengembangan infrastruktur, transportasi dan lain sebagainya. (HN)